Penipuan di Facebook Marketplace & Grup FB: Modus Paling Umum dan Cara Transaksi Aman

  • 5 min read
  • Dec 03, 2025
Table Of Content [ Close ]

Facebook Marketplace dan grup jual-beli FB itu ibarat “pasar malam” versi online: ramai, cepat, barangnya banyak, harganya bisa miring, dan kamu bisa menemukan penjual dari mana saja. Tapi karena sistemnya terbuka dan banyak transaksi terjadi di luar perlindungan escrow, FB juga jadi salah satu tempat favorit penipu beraksi.

Modusnya pun beragam: ada yang pura-pura jadi penjual, ada yang menyamar jadi pembeli, ada yang main DP, ada yang kirim resi palsu, ada yang pakai kurir palsu, sampai yang paling sering: mengarahkan kamu transfer di luar sistem dengan alasan “biar cepat”.
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan praktis:
modus penipuan paling umum di Facebook Marketplace/grup FB, cara cek profil penjual/pembeli, SOP transaksi aman (COD, escrow, rekber), dan template chat yang bisa kamu copas.

Kalau kamu sering transaksi di FB—baik sebagai pembeli maupun penjual—artikel ini wajib kamu simpan.
Karena satu kesalahan kecil bisa berubah jadi kerugian besar.

Kenapa penipuan di FB Marketplace dan grup FB banyak banget?

Ada beberapa alasan yang bikin FB jadi “lahan subur”:

  • Akun mudah dibuat (bahkan banyak akun palsu/bodong).
  • Transaksi sering di luar sistem (tidak ada escrow otomatis).
  • Komunikasi lewat chat pribadi, jadi bukti dan kontrol lebih lemah.
  • Orang sering tergoda harga murah dan terburu-buru karena takut didahului orang lain.

FB sebenarnya punya fitur report dan moderasi, tapi karena jumlah pengguna besar, penipu tetap banyak yang lolos.
Maka, kunci utamanya ada di SOP kamu sendiri.

Modus penipuan yang paling sering terjadi di Facebook Marketplace / grup FB

1) Barang murah banget (umpan) + minta transfer cepat

Pelaku memasang harga di bawah pasaran. Saat kamu tanya, mereka bilang banyak peminat dan kamu harus transfer sekarang untuk “booking”.
Kalau kamu transfer, pelaku hilang atau memblokir.

2) Penjual “pindah chat ke WhatsApp” lalu menghilang

Di FB chat awalnya normal. Setelah kamu pindah ke WA, pelaku mulai mengontrol ritme:
menekan kamu untuk bayar, mengirim testimoni screenshot, lalu setelah uang masuk, hilang.

3) DP / booking fee (nominal kecil) tapi jadi jebakan lanjutan

DP kecil membuat korban merasa “ah cuma segini”. Setelah DP masuk, pelaku minta pelunasan, atau minta “biaya kirim/asuransi” tambahan.
Kadang korban ikut karena sudah terlanjur DP.

4) Resi palsu atau tracking “settingan”

Pelaku mengirim nomor resi yang:

  • tidak valid
  • valid tapi bukan untuk paket kamu
  • stuck di “menunggu pickup” selamanya

Tujuannya bikin kamu tenang dan telat komplain.

5) Kurir/ojek “palsu” atau “suruhan penjual”

Pelaku bilang: “Saya kirim pakai kurir langganan, kamu bayar ke kurir ya.” Lalu ada orang mengaku kurir menghubungi kamu.
Bisa jadi ini bagian dari penipuan: identitas kurir tidak jelas, barang tidak ada, dan kamu kehilangan uang.

Kalau kamu penjual, kamu juga bisa jadi target. Pelaku mengaku pembeli dan bilang mau bayar,
lalu mengirim link “konfirmasi pembayaran” yang berujung phishing.
Atau mereka minta OTP dengan alasan “verifikasi transaksi”.

7) Modus “COD tapi main tempat sepi”

COD seharusnya lebih aman, tapi bisa berbahaya kalau dilakukan di tempat sepi/aneh tanpa persiapan.
Pelaku bisa mencoba intimidasi atau trik lain. Karena itu COD pun harus punya SOP.

Cara cek penjual di FB: profil, riwayat, dan pola perilaku

Ini checklist yang bisa kamu pakai untuk menilai apakah akun penjualnya layak dipercaya.

1) Cek umur akun dan aktivitasnya

  • Akun baru dibuat? (red flag, tapi bukan otomatis penipu)
  • Ada postingan lama yang natural atau kosong total?
  • Teman/followers masuk akal atau terlihat “beli”?

2) Cek konsistensi identitas

  • Nama profil sesuai dengan nama rekening? (kalau transaksi transfer)
  • Lokasi yang diklaim nyambung dengan profilnya?
  • Nomor HP/WA konsisten atau gonta-ganti?

3) Cek cara mereka menjawab pertanyaan

Penjual jujur biasanya:

  • mau memberi detail barang
  • mau memberi foto tambahan dari sudut tertentu
  • tidak marah saat kamu minta verifikasi

Penipu sering:

  • menghindar dari detail
  • memaksa kamu cepat transfer
  • mengandalkan testimoni screenshot

Verifikasi barang: “tes bukti real” yang sulit dipalsukan

Kalau transaksi di FB dan barang bernilai, lakukan verifikasi ini:

1) Minta video barang terbaru + kertas nama

Mintalah penjual membuat video singkat sambil memegang kertas bertuliskan:

  • tanggal hari ini
  • nama kamu
  • nama barang (opsional)

Penipu yang hanya punya foto katalog atau barang fiktif biasanya kesulitan.

2) Minta foto dari sudut yang kamu tentukan

Misalnya “foto sisi belakang, zoom label, atau foto bagian yang ada minus”. Ini mengetes apakah barang benar ada di tangan penjual.

3) Barang elektronik: minta tes fungsi

Untuk HP/konsol/kamera:

  • video nyala
  • cek speaker/layar/kamera
  • tampilkan menu versi/serial secukupnya

Tujuannya sederhana: mengurangi kejutan setelah bayar.

Metode transaksi paling aman di FB (urutan dari paling aman)

1) COD dengan SOP yang benar

COD bisa sangat aman jika kamu disiplin.

SOP COD versi aman

  • Ketemuan di tempat ramai: minimarket, café, lobi mall, atau area publik dengan CCTV.
  • Datang berdua kalau memungkinkan (terutama untuk transaksi mahal).
  • Jangan terburu-buru: cek barang dulu, tes fungsi kalau perlu.
  • Bayar setelah kamu yakin barang sesuai.
  • Kalau penjual menekan kamu untuk cepat, itu red flag.

2) Marketplace escrow (kalau penjual mau)

Kalau penjual punya toko di marketplace, minta list barang di sana lalu checkout. Ini paling enak karena sistemnya jelas.

3) Rekber/escrow terpercaya

Jika tidak bisa marketplace, rekber bisa membantu. Tapi pilih rekber yang reputasinya bisa diverifikasi, bukan rekber dari link random.

4) Transfer langsung (paling berisiko)

Transfer langsung hanya layak jika identitas penjual kuat, verifikasi barang jelas, dan kamu merasa risikonya rendah.
Kalau kamu masih ragu, jangan transfer.

Untuk penjual: cara menghindari pembeli palsu yang ingin membajak akun

Kalau kamu penjual di FB, kamu juga wajib waspada. Ini modus yang sering menarget penjual:

Rule: pembeli yang benar tidak akan meminta kamu login lewat link aneh.
Pembayaran aman biasanya lewat metode yang kamu kontrol (transfer masuk ke rekening kamu, COD, atau marketplace escrow).

2) Pembeli minta OTP dengan alasan “verifikasi”

OTP itu rahasia. Jangan pernah kirim OTP ke siapa pun, termasuk orang yang mengaku kurir/CS.

3) Pembeli meminta data sensitif

Nama lengkap dan alamat untuk pengiriman wajar (kalau kamu memang akan kirim).
Tapi permintaan data seperti foto KTP, kode verifikasi, atau PIN itu tidak normal.

Red flags yang harus membuat kamu STOP transaksi di FB

Kalau kamu melihat salah satu atau beberapa ini, lebih baik mundur:

  • Harga terlalu murah + desakan “transfer sekarang”.
  • Menolak COD/escrow dan hanya mau transfer.
  • Menolak verifikasi barang (video + kertas nama).
  • Akun baru, profil kosong, identitas tidak konsisten.
  • Rekening atas nama pihak ketiga tanpa alasan jelas.
  • Link aneh untuk pembayaran/resi/konfirmasi.
  • Marah saat kamu bertanya prosedur aman (pertanyaan kamu wajar).

Template chat aman untuk transaksi FB (copas)

Template 1: minta verifikasi barang

Halo kak, saya minat. Sebelum lanjut, boleh minta video barang terbaru sambil pegang kertas bertuliskan tanggal hari ini dan nama saya?
Sekalian tunjukkan kondisi/minus dan kelengkapannya ya. Kalau sudah cocok, kita lanjut metode transaksi yang aman. Terima kasih 🙏

Template 2: mengusulkan COD aman

Kak, saya prefer COD ya biar sama-sama aman. Bisa ketemuan di tempat ramai seperti minimarket/mall/café dengan CCTV.
Saya cek barang dulu, kalau sesuai langsung saya bayar. Cocok?

Template 3: mengusulkan escrow

Untuk keamanan transaksi jarak jauh, saya prefer lewat marketplace escrow/rekber terpercaya ya.
Kalau kakak setuju, saya siap lanjut hari ini.

Template 4: menolak link/OTP

Maaf, saya tidak bisa klik link pembayaran/konfirmasi dari chat dan tidak bisa membagikan OTP/PIN.
Kalau pembayaran, silakan transfer langsung ke rekening saya atau kita pakai escrow/COD ya.

Kalau kamu terlanjur ketipu di FB, apa yang bisa dilakukan?

Kalau sudah kejadian, fokus pada bukti dan pencegahan korban lain:

  1. Simpan bukti lengkap: chat FB/WA, profil penipu, postingan barang, rekening/QRIS, bukti transfer.
  2. Catat kronologi: tanggal, jam, nominal, janji pelaku.
  3. Laporkan akun dan postingan ke Facebook (report) serta ke admin grup (jika transaksi lewat grup).
  4. Laporkan rekening/nomor yang digunakan agar tercatat dan membantu orang lain terhindar.
  5. Jangan transfer lagi meski pelaku mengiming-imingi “refund” dengan syarat bayar biaya tambahan.

Penipu sering memainkan “biaya kedua” karena korban berharap uangnya kembali. Di sinilah korban bisa rugi lebih besar.

FAQ singkat

COD itu selalu aman?

Lebih aman, tapi tetap perlu SOP: tempat ramai, cek barang, jangan buru-buru, dan utamakan keselamatan.

Kalau penjual bilang “saya orangnya jujur, lihat testimoni”, apakah cukup?

Tidak cukup. Testimoni bisa dipalsukan. Yang penting adalah verifikasi barang, identitas, dan metode transaksi yang menutup celah penipuan.

Apakah semua akun baru itu penipu?

Tidak. Tapi akun baru tanpa jejak digital berarti risikonya lebih tinggi. Untuk akun seperti ini, gunakan COD atau escrow, jangan transfer langsung.

Penutup: transaksi FB boleh, asal SOP aman kamu jalan

Facebook Marketplace dan grup FB bisa jadi tempat berburu barang bagus, tapi juga tempat penipu mencari korban.
Kuncinya bukan “takut belanja”, melainkan punya SOP yang tegas:

  • Verifikasi identitas dan barang.
  • Pilih metode transaksi aman (COD/escrow/rekber).
  • Tolak link/OTP dan desakan buru-buru.

Dan sesuai motto JelasAman:
Cek Dulu, Baru Transfer.