Penipuan Berkedok Resi/Tracking Palsu: Ini Cara Cek yang Benar

  • 5 min read
  • Dec 03, 2025
Table Of Content [ Close ]

Kamu pernah mengalami begini? Setelah bayar, penjual langsung kirim nomor resi. Kelihatannya meyakinkan.
Tapi beberapa hari berlalu, status resi nggak bergerak, atau malah “delivered” padahal kamu tidak pernah menerima paket.
Lalu penjual bilang: “sudah terkirim kok, itu ada resinya.”

Hati-hati—ini salah satu modus yang cukup sering terjadi: resi/tracking palsu atau tracking yang sengaja dimanipulasi
untuk membuat seolah-olah barang sudah dikirim. Modus ini sering menarget pembeli yang buru-buru, jarang cek detail tracking,
atau telat komplain sampai masa perlindungan lewat.

Di artikel ini aku bahas tuntas dengan gaya praktis ala blogger:
apa itu resi palsu, jenis-jenisnya, ciri-ciri yang mencurigakan, cara cek tracking dengan benar,
dan langkah yang harus kamu lakukan supaya peluang ketipu makin kecil.

Kenapa resi palsu itu efektif?

Karena resi membuat transaksi kelihatan “sudah berjalan”. Banyak pembeli merasa aman setelah menerima nomor resi.
Padahal resi itu baru “angka”—yang penting adalah tracking-nya masuk akal dan sesuai dengan pesanan kamu.

Penipu memanfaatkan beberapa kebiasaan:

  • Pembeli hanya mengecek “ada nomor resi” tanpa mengecek detail rute dan status.
  • Pembeli terlambat komplain karena mengira “ya sudah dikirim, tinggal tunggu”.
  • Pembeli tidak menyimpan bukti chat, invoice, dan detail alamat.

Jenis-jenis resi/tracking palsu yang sering dipakai

1) Resi benar-benar palsu (nomor asal)

Nomor resinya dibuat-buat. Saat kamu cek di website tracking, resi tidak ditemukan atau hasilnya error.
Penipu biasanya beralasan: “baru masuk sistem”, “lagi update”, “server ekspedisi down”.

2) Resi valid tapi bukan untuk paket kamu

Ini yang lebih licin. Resi itu memang ada dan bergerak, tapi alamat/tujuan bukan ke kamu.
Bisa saja resi itu milik pengiriman lain (bahkan milik orang lain) yang kebetulan aktif.

3) Resi valid, tapi penjual kirim paket “asal” (paket kosong/pemberat)

Di beberapa kasus, penipu mengirim paket berisi barang tidak penting agar tracking terlihat sah.
Korban baru sadar saat paket datang, isinya tidak sesuai atau nilainya jauh berbeda.

4) Resi valid, tapi pengiriman diatur untuk “terkirim” cepat (anomali delivered)

Resi bergerak aneh: dari pickup ke delivered terlalu cepat, atau status delivered muncul padahal kamu tidak menerima.
Ini bisa terjadi karena paket bukan milik kamu atau ada mismatch data penerima.

5) Resi “pending/menunggu pickup” yang sengaja dibiarkan

Penjual memasukkan resi, tetapi paket tidak pernah diserahkan ke ekspedisi.
Tracking stuck di “menunggu pickup” atau “manifest created” dalam waktu lama.

Ciri-ciri resi/tracking yang mencurigakan (red flags)

Kalau kamu melihat beberapa tanda ini, sebaiknya segera ambil tindakan:

  • Resi tidak ditemukan selama lebih dari 24 jam, dan penjual hanya memberi alasan tanpa solusi.
  • Status stuck berhari-hari di “manifest created/menunggu pickup” tanpa pergerakan.
  • Asal pengiriman (origin) tidak masuk akal, jauh dari lokasi penjual yang kamu tahu.
  • Status tiba-tiba “delivered” padahal kamu tidak menerima paket dan tidak ada konfirmasi penerimaan.
  • Nomor resi berubah-ubah (penjual kirim resi baru berkali-kali).
  • Penjual menghindar saat kamu minta detail: nama pengirim, alamat pengirim, atau bukti serah paket.

Cara cek resi/tracking dengan benar (step-by-step)

Ini bagian inti. Kamu bisa lakukan langkah-langkah ini dalam 5–10 menit.

1) Cek tracking di kanal resmi ekspedisi (atau di dalam aplikasi marketplace)

Kalau kamu belanja lewat marketplace, paling aman cek status pengiriman langsung dari aplikasi/platform,
karena biasanya sudah terhubung dengan sistem mereka.

Kalau transaksi di luar marketplace, cek resi melalui website resmi ekspedisi.
Hindari cek resi lewat link random yang dikirim penjual (link tracking palsu juga ada).

2) Cocokkan 3 hal: status, tanggal, dan asal pengiriman

Trik sederhana: tracking penipuan sering gagal di logika.

  • Status: masuk akal tidak urutannya (pickup → sortir → transit → out for delivery → delivered)?
  • Tanggal & jam: masuk akal tidak intervalnya?
  • Origin: sesuai tidak dengan lokasi penjual/kota yang diklaim?

3) Perhatikan apakah tracking menampilkan kota tujuan (destination)

Beberapa layanan tracking menampilkan kota tujuan atau setidaknya area.
Kalau destinasi terlihat bukan kotamu, itu red flag besar (bisa jadi resi bukan untuk kamu).

4) Minta bukti serah paket yang wajar (tanpa kamu keluar sistem)

Kalau status stuck lama, minta bukti yang masuk akal, misalnya:

  • Foto resi tempel di paket (bukan screenshot aplikasi saja)
  • Foto paket di drop point (tanpa menunjukkan data sensitif kamu)
  • Bukti pickup dari kurir (jika ada)

Penjual jujur biasanya bisa memberikan bukti sederhana atau setidaknya membantu follow up ke ekspedisi.
Penipu biasanya defensif, marah, atau mengalihkan topik.

5) Perhatikan status “delivered” dan cara validasinya

Kalau tracking bilang delivered tapi kamu tidak menerima, lakukan ini:

  • Pastikan tidak ada anggota keluarga menerima.
  • Periksa CCTV/riwayat penerimaan jika ada.
  • Cek detail tracking: delivered jam berapa, di mana, dan kadang ada keterangan “diterima oleh” (kalau tersedia).
  • Segera komplain ke platform/penjual dengan bukti bahwa kamu belum menerima.

6) Jangan tunggu mepet: kenali batas waktu komplain

Ini yang sering bikin korban rugi: terlalu lama menunggu.
Kalau kamu belanja lewat marketplace, biasanya ada masa perlindungan.
Jika lewat, posisi kamu jadi lebih lemah. Jadi kalau tracking janggal, lebih baik komplain lebih cepat.

Kasus paling sering: resi stuck “menunggu pickup” — harus bagaimana?

Biasanya ada dua kemungkinan: penjual memang belum menyerahkan paket, atau resi dibuat tapi tidak pernah dipakai.

Langkah aman

  1. Konfirmasi ke penjual dengan sopan: kapan paket diserahkan?
  2. Minta bukti sederhana: foto paket + resi ditempel.
  3. Tentukan batas waktu: misalnya “kalau 1×24 jam belum ada pergerakan, saya ajukan komplain/cancel”.
  4. Jika lewat marketplace: gunakan fitur komplain/resolusi sebelum terlambat.

Kasus lain: resi bergerak, tapi kamu curiga resinya bukan untuk kamu

Ini tricky, tapi kamu bisa lakukan beberapa hal:

  • Cek origin & destination (kalau tersedia) apakah sesuai kota kamu.
  • Cek timeline: terlalu cepat/aneh?
  • Minta penjual memastikan alamat dan nama penerima (tanpa kamu membocorkan data sensitif).
  • Jika lewat marketplace: screenshot tracking yang janggal dan ajukan komplain.

Jika kamu menerima paket tapi isinya tidak sesuai (paket “asal”)

Ini sering terkait resi yang valid tapi niatnya menipu isi. Langkah yang penting:

  • Rekam/video unboxing dari awal (kalau belum terlanjur dibuka).
  • Foto label paket dan kondisi segel.
  • Simpan invoice/pesanan yang menunjukkan apa yang kamu beli.
  • Ajukan retur/komplain secepatnya lewat jalur resmi platform.

Template chat: cara tanya resi tanpa memancing debat

Silakan copas template ini untuk transaksi di luar marketplace atau saat follow up seller:

Halo kak, saya cek tracking resi [nomor resi] masih [status] dari [tanggal/jam].
Boleh dibantu konfirmasi kapan paket diserahkan ke ekspedisi/drop point?
Kalau ada foto resi tempel di paket juga boleh ya kak, biar sama-sama jelas. Terima kasih 🙏

Kalau kamu butuh versi tegas dengan batas waktu:

Kak, tracking masih belum bergerak sampai sekarang. Untuk keamanan transaksi,
jika dalam 1×24 jam belum ada update pergerakan, saya akan ajukan komplain/cancel sesuai prosedur ya. Terima kasih.

Hal yang sebaiknya kamu hindari saat menghadapi resi mencurigakan

  • Jangan menerima “alasan” tanpa bukti terlalu lama.
  • Jangan pindah komunikasi ke luar platform jika transaksi awalnya di marketplace.
  • Jangan merasa tidak enak untuk komplain—itu hak kamu sebagai pembeli.
  • Jangan klik link tracking dari chat kalau linknya mencurigakan; cari kanal resmi.

Tips tambahan agar tidak mudah kena resi palsu

1) Utamakan penjual dengan reputasi kuat

Rating tinggi saja tidak cukup, baca ulasan yang detail dan cari bukti foto/video dari pembeli lain.

2) Rekam unboxing untuk barang bernilai

Video unboxing adalah bukti yang kuat jika isi paket tidak sesuai.

3) Simpan bukti komunikasi dan detail pesanan

Screenshot pesanan, chat, dan detail produk akan memudahkan komplain/resolusi.

4) Jangan tergoda “harga terlalu murah”

Harga yang terlalu murah sering sejalan dengan modus: resi cepat tapi barang tidak pernah benar-benar sampai.

FAQ: pertanyaan umum soal resi palsu

Resi tidak ditemukan setelah 2 jam, apakah pasti palsu?

Belum tentu. Kadang sistem tracking butuh waktu update. Tapi kalau sudah lewat 24 jam tanpa jejak,
dan penjual tidak bisa menunjukkan bukti serah paket, kamu patut curiga.

Tracking “delivered” tapi saya tidak terima, apa yang harus saya lakukan?

Segera dokumentasikan: screenshot tracking, foto kondisi rumah (misal tidak ada paket),
tanya keluarga, dan ajukan komplain secepatnya. Jangan menunda.

Kalau transaksi di luar marketplace, apakah masih bisa komplain?

Bisa, tapi jalurnya lebih terbatas. Karena itu, bukti chat dan data pengiriman jadi penting,
serta kamu perlu lebih ketat dalam verifikasi penjual sejak awal.

Penutup: resi itu bukan akhir, cek tracking-nya sampai masuk akal

Resi/tracking palsu bekerja karena banyak orang berhenti waspada setelah menerima nomor resi.
Padahal, yang menentukan adalah apakah tracking itu nyambung dengan pesanan kamu:
origin masuk akal, status bergerak wajar, dan paket benar-benar kamu terima.

Mulai sekarang, biasakan ini:

  • Cek resi di kanal resmi
  • Cek logika tracking (origin, timeline, destination)
  • Komplain lebih cepat kalau janggal

Dan tentu, prinsip JelasAman tetap relevan:
Cek Dulu, Baru Transfer. Dalam konteks pengiriman:
Cek Dulu, Baru Tenang.