Modus Penipuan Marketplace Terbaru: Ciri dan Cara Menghindarinya

  • 5 min read
  • Dec 02, 2025

Marketplace itu sebenarnya salah satu tempat paling aman untuk belanja online, karena biasanya ada sistem escrow:
uang ditahan dulu, barang dikirim, lalu dana baru diteruskan kalau pesanan selesai. Tapi sayangnya, penipu itu kreatif.
Mereka nggak selalu “melawan sistem” secara langsung mereka lebih sering mencari celah di kebiasaan pengguna:
yang terburu-buru, gampang panik, atau tergoda harga miring.

Di artikel ini, aku rangkum modus penipuan marketplace yang paling sering muncul (dan variasi barunya), lengkap dengan tanda-tanda dan langkah aman biar kamu nggak jadi korban.
Aku sengaja membahasnya dari sisi “anti-ketipu”, bukan dari sisi teknis pelaku.
Jadi fokus kita adalah: cara mengenali dan menghindari.

Prinsip dasar: marketplace aman kalau kamu tetap di “jalur resmi”

Sebelum masuk ke daftar modus, pegang 3 prinsip ini:

  • Jangan keluar dari platform untuk pembayaran, verifikasi, atau konfirmasi pesanan.
  • Jangan percaya link dari chat yang mengarah ke login/pembayaran di luar aplikasi/situs resmi.
  • Jangan panik kalau ada pesan mendesak (deadline, akun dibekukan, paket ditahan). Tenang dulu, cek di aplikasi.

Kalau kamu konsisten dengan 3 prinsip di atas, 80% modus biasanya mental sendiri.

1) Modus “Ayo pindah ke WhatsApp biar cepat” (keluar dari sistem)

Ini yang paling sering. Penipu biasanya memulai dari chat di marketplace, lalu mendorong kamu pindah ke WA/Telegram
dengan alasan “biar cepat”, “biar enak kirim foto/video”, atau “di sini chat-nya lemot”.

Tanda-tandanya

  • Baru chat sebentar sudah minta lanjut WA.
  • Menjanjikan harga lebih murah kalau di luar marketplace.
  • Minta transfer langsung ke rekening/ewallet.

Cara menghindari

  • Kalau kamu pembeli: tetap transaksi via checkout marketplace. Titik.
  • Kalau kamu butuh video tambahan: minta tetap lewat chat marketplace, atau minta upload di fitur yang disediakan.
  • Kalau penjual menolak: cari seller lain. Lebih baik “kehilangan diskon” daripada kehilangan uang.

Ini versi modern dari penipuan. Kamu dikirim link yang tampaknya resmi: mirip tampilan marketplace, mirip halaman kurir,
mirip halaman “konfirmasi pesanan”. Tujuannya biasanya membuat korban memasukkan data sensitif (login, OTP, PIN, kode verifikasi),
atau melakukan pembayaran ke tempat yang salah.

Tanda-tandanya

  • Link dari chat/DM, bukan dari notifikasi resmi di aplikasi.
  • Alamat situs aneh: ada tambahan huruf, angka, atau domain yang tidak familiar.
  • Halaman meminta kamu login ulang, memasukkan OTP, atau mengisi data kartu/akun.
  • Pesan bernada mendesak: “kalau tidak konfirmasi sekarang, pesanan dibatalkan/akun dibekukan”.

Cara menghindari

  • Jangan klik link dari chat yang meminta login/pembayaran.
  • Kalau ada informasi penting, cek langsung di aplikasi: status pesanan, pembayaran, pengiriman.
  • Kalau kamu sudah terlanjur klik dan mengisi sesuatu: ganti password dan aktifkan 2FA di akun terkait.

3) Modus “Admin/CS marketplace” palsu

Penipu mengaku sebagai customer service, admin verifikasi, atau tim keamanan marketplace. Biasanya melanjutkan lewat WA
dengan logo profil yang meyakinkan dan bahasa yang formal. Tujuannya: minta OTP, minta kamu klik link, atau “mengarahkan”
kamu melakukan sesuatu yang merugikan.

Tanda-tandanya

  • CS menghubungi dari nomor pribadi (WA) tanpa kamu membuat tiket/komplain resmi.
  • Minta OTP/kode verifikasi “untuk verifikasi akun”.
  • Minta kamu transfer “biaya verifikasi/biaya admin” supaya akun tidak diblokir.

Cara menghindari

  • CS resmi biasanya mengarahkan kamu ke pusat bantuan di aplikasi, bukan meminta OTP.
  • Kalau kamu butuh bantuan: buka menu bantuan/resolusi di aplikasi, bukan dari link/chat luar.
  • Ingat aturan emas: OTP itu tidak pernah untuk dibagikan.

4) Modus “Resi palsu” atau “Nomor resi valid tapi bukan pesanan kamu”

Ini sering terjadi saat penjual nakal ingin mengejar batas waktu pengiriman. Mereka memasukkan nomor resi,
tapi resinya bisa palsu, atau resinya milik pengiriman lain (bukan ke alamat kamu).
Tujuannya agar sistem terlihat “barang sudah dikirim”, lalu mereka berharap kamu lengah sampai masa komplain lewat.

Tanda-tandanya

  • Status pengiriman tidak bergerak lama (stuck) atau informasinya tidak jelas.
  • Detail pengiriman tidak sinkron dengan kota kamu (misal rute/asal terlalu random).
  • Seller menghindar saat diminta klarifikasi dan menyuruh “tunggu saja”.

Cara menghindari

  • Belanja dari seller dengan track record jelas (rating, ulasan real, transaksi tinggi).
  • Kalau resi janggal: ajukan komplain lebih awal lewat fitur resolusi di marketplace.
  • Jangan menunggu sampai mepet batas waktu komplain.

5) Modus “Barang diganti / isi paket tidak sesuai” (sering terjadi di COD & non-COD)

Kasus ini biasanya muncul dalam dua bentuk:

  • Seller nakal: mengirim barang berbeda/kw/rekondisi tanpa penjelasan.
  • Penipuan saat COD: paket datang, korban bayar, ternyata isi tidak sesuai.

Tanda-tandanya

  • Harga jauh di bawah normal untuk produk “ori”.
  • Deskripsi ambigu, foto terlalu “stock” tanpa foto real.
  • Ulasan terlihat tidak natural (kalimat mirip-mirip, akun ulasan baru).

Cara menghindari

  • Biasakan rekam video unboxing dari sebelum paket dibuka sampai produk terlihat jelas.
  • Untuk COD: lakukan sesuai aturan platform/kurir setempat (kalau tidak boleh buka sebelum bayar, pertimbangkan non-COD).
  • Kalau barang tidak sesuai: gunakan fitur pengembalian/komplain di marketplace secepatnya.

6) Modus “Overpayment” atau “kelebihan bayar” (ditarik ke luar sistem)

Penipu mengaku salah nominal atau kelebihan transfer, lalu meminta kamu mengembalikan selisih.
Ini sering dipakai saat transaksi di luar marketplace, tapi bisa juga terjadi lewat chat marketplace untuk memancing kamu
melakukan transfer manual.

Tanda-tandanya

  • Klaim transfer/kelebihan bayar, tapi kamu tidak melihat dana masuk di mutasi.
  • Minta kamu transfer balik ke rekening lain (bukan ke pengirim).
  • Mendesak dengan alasan deadline atau mengancam.

Cara menghindari

  • Kalau transaksi marketplace: semua pengembalian dana seharusnya lewat sistem platform.
  • Jangan transfer balik manual tanpa verifikasi dana masuk.
  • Kalau kamu ragu: stop chat, laporkan, dan minta bantuan dari pusat bantuan platform.

7) Modus “Voucher/ongkir/biaya admin” di luar checkout

Penipu sering menambahkan biaya yang tidak masuk akal: “biaya admin aktivasi”, “biaya asuransi wajib via transfer”,
“biaya ongkir tambahan” yang harus dibayar lewat rekening pribadi.

Tanda-tandanya

  • Biaya diminta via transfer pribadi, bukan muncul di rincian checkout.
  • Alasannya mengambang: “aturan baru”, “sistem lagi error”, “biar cepat diproses”.
  • Nominalnya kecil tapi memancing kamu “mencoba dulu”.

Cara menghindari

  • Bayar hanya yang muncul di checkout resmi.
  • Kalau seller ngotot: batalkan, cari seller lain.

8) Modus “Akun toko dibajak” (seller asli tapi chat-nya bukan dia)

Ini agak tricky. Kadang toko terlihat normal, rating bagus, tapi penipu menguasai akses chat atau mengarahkan pembeli ke nomor WA.
Korban berpikir “toko ini terpercaya”, padahal yang menghubungi sudah bukan pemilik sebenarnya.

Tanda-tandanya

  • Gaya bahasa admin berubah drastis dari ulasan/riwayat dulu.
  • Mulai ada ajakan keluar platform, minta transfer manual.
  • Mulai mengirim link “verifikasi” yang aneh.

Cara menghindari

  • Jangan keluar platform walau tokonya terlihat “besar”.
  • Pastikan semua pembayaran dilakukan via sistem checkout.
  • Jika ada perubahan perilaku mencolok: laporkan ke platform.

Checklist cepat: cara menilai toko/seller sebelum checkout

Sebelum kamu beli, luangkan 3–5 menit untuk cek ini:

  • Ulasan dengan foto/video lebih bernilai daripada ulasan satu kalimat.
  • Cek ulasan bintang 1–3: biasanya jujur soal kendala.
  • Lihat konsistensi produk: apakah toko “campur aduk” jual apa saja tanpa arah? (tidak selalu salah, tapi sering red flag).
  • Lihat respons chat: seller asli biasanya menjawab pertanyaan spesifik dengan tenang, bukan memaksa.
  • Waspada harga terlalu murah untuk produk high demand.

SOP paling aman untuk pembeli (ringkas tapi ampuh)

  1. Checkout di marketplace (jangan transfer manual).
  2. Jangan klik link dari chat untuk login/pembayaran.
  3. Rekam unboxing untuk barang bernilai.
  4. Komplain lebih cepat jika ada kejanggalan (jangan tunggu mepet).
  5. Simpan bukti: chat, invoice, resi, foto paket, dan video unboxing.

SOP paling aman untuk penjual (anti-buyer nakal)

Penjual juga bisa jadi korban, misalnya lewat “bukti transfer palsu” atau pembeli yang minta refund tidak masuk akal.
Ini SOP yang membantu:

  • Proses pesanan setelah status bayar terkonfirmasi di sistem, bukan berdasarkan screenshot pembeli.
  • Dokumentasikan packing: foto/video paket + resi.
  • Gunakan pengiriman resmi platform (kalau ada) agar pergerakan tercatat.
  • Jika pembeli memaksa di luar sistem: tolak dengan template sopan.

Jika kamu sudah terlanjur jadi korban, lakukan ini (jangan panik)

Kalau kamu merasa tertipu, langkah cepat biasanya lebih membantu daripada marah-marah di chat:

  1. Hentikan komunikasi di luar platform (jangan lanjut WA kalau sudah curiga).
  2. Screenshot semua bukti (chat, invoice, profil seller, link, resi, bukti pembayaran).
  3. Ajukan komplain/resolusi lewat fitur resmi marketplace secepatnya.
  4. Laporkan seller/akun lewat fitur report.
  5. Jika kamu sempat memberikan data sensitif (OTP/PIN): amankan akun (ganti password, aktifkan 2FA, hubungi layanan resmi).

Template chat aman (buat menolak ajakan keluar platform)

Kalau ada seller yang minta pindah WA atau transfer manual, kamu bisa copas ini:

Maaf kak, untuk keamanan saya hanya transaksi lewat fitur checkout marketplace ya.
Kalau berkenan, saya lanjut order di sini. Terima kasih 🙏

Kalau dia tetap memaksa:

Kalau harus di luar platform, saya batal ya kak. Saya cari seller lain saja.
Terima kasih.

Penutup: aman itu bukan soal “beruntung”, tapi soal kebiasaan

Modus penipuan marketplace akan terus berubah, tapi pola dasarnya kebanyakan sama:
pelaku ingin kamu keluar jalur resmi, panik, atau terburu-buru.
Jadi “vaksin” paling ampuh adalah kebiasaan yang konsisten:
tetap di platform, jangan klik link aneh, dan jangan transfer manual.

Kalau kamu ingin versi super singkatnya, pegang prinsip JelasAman:
Cek Dulu, Baru Transfer.
Dan khusus untuk marketplace: Tetap di Sistem, Biar Aman.