Cara Cek Rekening Penipu Sebelum Transfer (Panduan Lengkap)

  • 5 min read
  • Dec 02, 2025

Kalau kamu sering belanja online, janjian COD, atau transaksi lewat WhatsApp/Telegram, satu hal ini wajib jadi kebiasaan:
cek rekening dulu sebelum transfer.
Soalnya, banyak kasus penipuan online terjadi bukan karena korban “kurang pintar”, tapi karena pelaku sangat rapi dalam membangun kepercayaan:
testimoni palsu, foto KTP, kuitansi editan, sampai gaya chat yang meyakinkan.

Di artikel ini, aku bakal bahas langkah-langkah paling praktis untuk cek rekening penipu,
mulai dari cara cek di database laporan publik, cara menilai red flags,
sampai checklist aman sebelum kamu menekan tombol “kirim transfer”.
Anggap ini panduan lengkap yang bisa kamu pakai berulang kali setiap mau transaksi.

Kenapa wajib cek rekening sebelum transfer?

Transfer bank itu pada dasarnya final. Begitu uang terkirim, proses “narik balik” tidak semudah membatalkan pesanan di marketplace.
Memang ada kasus tertentu uang bisa kembali, tapi peluangnya jauh lebih kecil jika kamu terlambat bertindak atau buktinya kurang lengkap.
Karena itu, cara paling aman adalah mencegah penipuan sebelum terjadi.

Pelaku penipuan biasanya memanfaatkan hal-hal ini:

  • Korban terburu-buru (takut kehabisan stok, diskon “cuma 10 menit”).
  • Korban percaya karena ada “testimoni” dan “admin ramah”.
  • Korban merasa aman karena pelaku mengirim identitas (padahal bisa milik orang lain).
  • Korban tidak punya kebiasaan melakukan pengecekan rekening/nomor.

Hal yang perlu kamu siapkan sebelum cek rekening

Supaya pengecekan kamu efektif, siapkan dulu data minimal berikut:

  • Nomor rekening yang diminta penjual (contoh: BCA 123xxxxxx).
  • Nama pemilik rekening (biasanya muncul saat kamu input nomor rekening di m-banking).
  • Nomor WhatsApp penjual/admin.
  • Nama toko/akun (username IG/TikTok/FB/Telegram/website) jika ada.
  • Link toko atau screenshot penawaran (harga, deskripsi produk, alamat, dll.).

Kenapa nama pemilik rekening penting? Karena penipu kadang gonta-ganti rekening.
Kadang nomor rekening berbeda, tapi nama pemilik rekening (atau pola namanya) sama, atau mirip sekali.

Cara cek rekening penipu yang paling efektif (step-by-step)

1) Cek di database laporan rekening penipuan (CekRekening)

Langkah pertama yang paling “langsung kena” adalah cek di layanan CekRekening.
Ini dikenal luas sebagai tempat masyarakat melaporkan rekening yang diduga terlibat penipuan online.

  1. Buka situs layanan cek rekening.
  2. Masukkan nomor rekening yang kamu dapat.
  3. Periksa apakah ada laporan, jumlah laporan, dan detail ringkasnya.

Tips penting: kalau hasilnya “tidak ditemukan”, bukan berarti rekening itu pasti aman.
Artinya belum ada laporan (atau belum terdata).
Jadi, selalu gabungkan dengan langkah pengecekan lain di bawah.

2) Google “nomor rekening + penipuan” (cara cepat yang sering berhasil)

Ini cara paling sederhana tapi sering banget efektif.
Penipu biasanya meninggalkan jejak di internet: forum, komentar, thread Facebook, sampai blog aduan.

Coba cari dengan variasi keyword seperti ini:

  • 1234567890 penipuan
  • 1234567890 scam
  • NamaPemilikRekening penipu
  • NamaBank 1234567890 “modus”

Kalau muncul hasil yang mencurigakan (misal: “rekening ini dilaporkan”, “awas penipuan”), jangan lanjut transaksi.
Minimal, kamu harus minta metode transaksi yang lebih aman seperti marketplace/escrow.

3) Cek nomor WhatsApp dan nama toko di Google & media sosial

Selain rekening, cek juga nomor WhatsApp penjual. Banyak laporan penipuan menyertakan nomor WA.
Cari dengan format:

  • 08xxxxxxxxxx penipuan
  • +62xxxxxxxxxxx scam
  • “nama toko” penipu

Kalau kamu menemukan nomor yang sama dipakai untuk banyak “toko” berbeda, itu red flag besar.
Penipu sering gonta-ganti nama toko, tapi lupa menghapus jejak nomor WA-nya.

4) Cek kesesuaian nama pemilik rekening

Waktu kamu input nomor rekening di mobile banking, biasanya akan muncul nama penerima (atau inisial).
Cocokkan dengan:

  • Nama toko/akun yang dia klaim.
  • Nama yang dia pakai di chat (admin, owner, dll.).
  • Nama pada identitas yang dia kirim (kalau ada KTP).

Jika tidak nyambung sama sekali (misal toko bernama “Jaya Elektronik” tapi rekening atas nama personal yang beda jauh),
itu bukan otomatis penipuan—namun kamu wajib ekstra hati-hati.
Toko profesional biasanya punya alasan jelas jika rekening beda (misal: rekening perusahaan/owner).

5) Minta transaksi aman: marketplace, rekening bersama, atau COD yang benar

Jika penjual menolak keras opsi aman dan “ngotot transfer sekarang”, itu red flag.
Penjual jujur biasanya fleksibel karena tujuannya memang jualan, bukan memaksa transfer.

Beberapa opsi yang umumnya lebih aman:

  • Marketplace (pembayaran ditahan sampai barang diterima).
  • COD dengan aturan jelas (cek barang dulu, bayar setelah sesuai).
  • Rekening bersama/escrow yang terpercaya.

6) Uji dengan pertanyaan “cek kejujuran” (simple tapi ampuh)

Ini trik ala blogger yang sering aku pakai: ajukan pertanyaan yang membuat penipu sulit konsisten.

  • Minta video barang terbaru dengan kertas bertuliskan tanggal + nama kamu.
  • Minta detail spesifik (contoh: kondisi minusnya apa, kelengkapan, seri/nomor).
  • Minta foto barang dari sudut tertentu (misal: sisi bawah/port/label).
  • Minta bukti pengiriman yang masuk akal jika transaksi sebelumnya (bukan resi random).

Penipu biasanya akan marah, terburu-buru, atau mengalihkan topik (“serius mau beli nggak?”, “banyak yang antri”).
Penjual asli biasanya mau melayani karena itu wajar.

Checklist cepat: tanda-tanda rekening/penjual berpotensi penipu

Kalau kamu melihat 2–3 tanda di bawah ini, sebaiknya jangan transfer:

  • Harga terlalu murah jauh dari pasaran.
  • Ngaku “butuh cepat”, “lagi butuh uang”, “barang buru-buru dilepas”.
  • Menolak transaksi aman (marketplace) dan hanya mau transfer.
  • Testimoni terlihat palsu (format sama, akun baru, foto hasil ambil dari Google).
  • Profil akun baru, follower janggal, komentar dimatikan.
  • Alamat toko tidak jelas atau tidak mau video call.
  • Meminta biaya aneh: “DP booking”, “biaya admin”, “biaya verifikasi”.
  • Mengirim link pendek/aneh yang meminta login/OTP.

Contoh skenario: bagaimana mengambil keputusan sebelum transfer

Skenario A: Hasil cek rekening “ada laporan”

Kalau rekening sudah punya laporan terkait penipuan, keputusan paling aman: batalkan transaksi.
Jangan “coba-coba” karena walau penjual terlihat meyakinkan, risikonya tidak sepadan.

Skenario B: Hasil cek rekening “tidak ditemukan”, tapi banyak red flag

Kalau belum ada laporan, tapi penjual menolak marketplace, marah saat diminta video barang, dan memaksa transfer,
tetap anggap itu berbahaya. Pilih opsi aman atau cari penjual lain.

Skenario C: Hasil cek rekening aman, penjual kooperatif

Ini kondisi terbaik. Tapi tetap lakukan pencegahan dasar: simpan bukti chat, bukti pembayaran,
dan minta detail pengiriman yang jelas.

Jika kamu sudah terlanjur transfer ke rekening yang dicurigai

Kalau sudah kejadian, jangan panik tapi juga jangan lambat. Lakukan langkah cepat berikut:

1) Kumpulkan bukti selengkap mungkin

  • Screenshot chat (jangan hanya sebagian, ambil kronologi lengkap).
  • Bukti transfer (screenshot + mutasi jika ada).
  • Nomor rekening, nama penerima, bank, nominal, tanggal & jam transfer.
  • Profil akun penjual (username, link, foto profil).

2) Hubungi bank kamu secepatnya

Hubungi call center bank kamu untuk membuat laporan transaksi yang diduga penipuan.
Jelaskan kronologi singkat dan minta arahan resmi.
Jangan menunggu “besok”—semakin cepat, biasanya semakin baik peluang tindak lanjutnya.

3) Buat laporan ke kanal pengaduan yang relevan

Kamu bisa melaporkan rekening tersebut di layanan pelaporan rekening penipuan agar orang lain tidak jadi korban.
Jika kerugian besar, pertimbangkan juga laporan resmi ke pihak berwajib sesuai prosedur.

Template pesan untuk minta verifikasi penjual (silakan copas)

Ini template yang sopan tapi tegas, cocok buat “tes kejujuran”:

Halo kak, sebelum saya transfer saya mau verifikasi dulu ya biar sama-sama aman.
Bisa minta video barang terbaru sambil pegang kertas bertuliskan tanggal hari ini dan nama saya?
Lalu boleh juga share alamat lengkap dan opsi transaksi via marketplace/escrow kalau memungkinkan.
Terima kasih 🙏

Kalau penjual jujur, biasanya dia nyaman dengan permintaan seperti ini.

FAQ seputar cek rekening penipu

Apakah cek rekening cukup sekali?

Saran aku: cek minimal 2 sumber (database laporan + Google/medsos).
Karena tidak semua korban melapor di tempat yang sama.

Kalau rekening atas nama orang lain gimana?

Itu sering terjadi. Penipu bisa memakai rekening “pinjaman” atau rekening yang didapat dari korban lain.
Fokuslah pada polanya: paksaan transfer, penolakan marketplace, dan ketidakkonsistenan informasi.

Apakah aman jika penjual kirim KTP?

Jangan langsung percaya. Foto KTP bisa hasil curian atau editan.
KTP hanya salah satu data, bukan bukti kejujuran.
Lebih penting penjual bersedia verifikasi barang dan transaksi aman.

Penutup: biasakan cek dulu, baru transfer

Di internet, yang terlihat “meyakinkan” belum tentu aman.
Tapi kabar baiknya, kamu bisa menurunkan risiko penipuan secara drastis hanya dengan kebiasaan kecil:
cek rekening, cek nomor, cek jejak, lalu pilih metode transaksi yang aman.

Kalau kamu suka artikel seperti ini, kamu bisa simpan halaman ini sebagai panduan.
Dan ingat tagline JelasAman: Cek Dulu, Baru Transfer.