- 1. Kenapa Facebook Marketplace rawan penipuan?
- 2. Modus penipuan paling umum di Facebook Marketplace (versi pembeli & penjual)
- 3. Checklist aman untuk PEMBELI di Facebook Marketplace
- 3.1 1) Cek profil penjual (bukan cuma iklannya)
- 3.2 2) Bandingkan harga dengan pasar
- 3.3 3) Minta verifikasi barang yang spesifik (video + kertas nama)
- 3.4 4) Utamakan COD atau transaksi aman (kalau memungkinkan)
- 3.5 5) Jangan kirim DP kalau belum ada verifikasi kuat
- 3.6 6) Cek nomor WA, rekening, dan jejak digital
- 4. Checklist aman untuk PENJUAL di Facebook Marketplace
- 5. Aturan COD yang benar di Facebook Marketplace (biar aman dua arah)
- 6. Template chat anti-penipu (silakan copas)
- 7. Kalau kamu mulai curiga: tanda-tanda kamu sedang diajak penipu
- 8. Apa yang harus dilakukan kalau kamu terlanjur ketipu?
- 9. FAQ singkat
- 10. Penutup: Marketplace FB bisa aman kalau kamu disiplin
Facebook Marketplace itu “surga” buat cari barang murah: motor bekas, HP second, furnitur, sampai barang hobi.
Tapi di saat yang sama, Marketplace juga salah satu tempat favorit penipu karena transaksinya sering terjadi di luar sistem escrow.
Banyak orang ketipu bukan karena kurang pintar, tapi karena terlalu percaya pada chat yang meyakinkan, foto yang bagus, dan harga yang bikin ngiler.
Di artikel ini aku bahas cara aman jual beli di Facebook Marketplace dengan gaya praktis:
modus yang sering terjadi, checklist aman untuk pembeli dan penjual, cara COD yang benar,
sampai template chat buat memfilter penipu. Targetnya satu: kamu tetap bisa dapat barang bagus/cepat laku, tapi tetap jelas dan aman.
Kenapa Facebook Marketplace rawan penipuan?
Karena beberapa hal ini:
- Transaksi sering terjadi lewat chat pribadi (Messenger/WhatsApp) tanpa perlindungan platform.
- Akun FB bisa dibuat cepat dan dipakai untuk menipu lalu ditinggal.
- Verifikasi identitas tidak seketat layanan keuangan.
- Penipu bisa memainkan “kedekatan” lewat obrolan dan tawar-menawar.
Tapi bukan berarti Marketplace harus dihindari. Yang perlu kamu miliki adalah SOP aman, sama seperti saat kamu menyeberang jalan:
bukan jalanannya yang salah, tapi kamu perlu lihat kanan-kiri.
Modus penipuan paling umum di Facebook Marketplace (versi pembeli & penjual)
1) Harga terlalu murah + desakan cepat (modus umpan)
Ini paling klasik: barang populer dengan harga miring jauh dari pasaran. Lalu penjual bilang:
“yang transfer duluan saya kirim”, “banyak yang nanya”, “saya butuh cepat”.
2) Minta DP untuk “tahan barang”
Penipu biasanya minta DP kecil agar korban merasa “ah cuma segini”. Setelah DP dikirim, penipu menghilang.
Ini sering terjadi pada barang high demand: motor, iPhone, PS, kamera, tiket, dan sebagainya.
3) Bukti transfer palsu (modus penjual jadi korban)
Kalau kamu penjual, hati-hati dengan pembeli yang mengirim screenshot bukti transfer.
Screenshot itu bisa palsu. Patokan aman: dana harus masuk di mutasi rekening kamu sebelum barang dikirim.
4) Link phishing (mengaku “kurir” atau “pembayaran aman”)
Penipu mengirim link yang katanya untuk cek resi, cek pembayaran, atau “form pengiriman”.
Begitu kamu klik, kamu bisa diarahkan untuk login, memasukkan OTP, atau data sensitif.
5) COD palsu / kurir palsu
Ada juga yang mengaku akan mengirim kurir untuk ambil barang atau antar barang,
lalu meminta kamu bayar “biaya admin”, “asuransi”, atau “uang jaminan” dulu.
Setelah dibayar, kurir tidak pernah datang.
6) Akun FB palsu: profil rapi tapi baru
Penipu bisa membuat profil terlihat normal: foto keluarga, postingan, bahkan interaksi.
Tapi sering ada pola: akun baru, tidak punya teman yang relevan, atau aktivitasnya janggal.
Checklist aman untuk PEMBELI di Facebook Marketplace
Kalau kamu pembeli, tujuanmu adalah memastikan dua hal:
(1) barangnya benar ada dan (2) transaksinya aman.
1) Cek profil penjual (bukan cuma iklannya)
- Umur akun: apakah baru dibuat?
- Teman dan interaksi: apakah wajar?
- Foto profil dan cover: apakah terlihat terlalu “stock”?
- Lokasi: konsisten tidak dengan barang yang dijual?
Tips: penipu sering pakai akun baru atau akun hasil bajakan yang aktivitasnya tiba-tiba berubah jadi jualan.
2) Bandingkan harga dengan pasar
Kalau harga terlalu murah jauh dari pasaran, jangan langsung berburu transfer.
Itu biasanya umpan untuk membuat kamu terburu-buru.
3) Minta verifikasi barang yang spesifik (video + kertas nama)
Ini salah satu cara paling ampuh:
- Minta video barang terbaru
- Di video, minta penjual pegang kertas bertuliskan tanggal hari ini + nama kamu
- Minta perlihatkan detail: seri/IMEI (jika wajar), kondisi minus, kelengkapan
Penjual jujur biasanya bisa. Penipu biasanya menghindar atau marah.
4) Utamakan COD atau transaksi aman (kalau memungkinkan)
Facebook Marketplace paling aman jika kamu bisa COD dengan aturan jelas.
- COD di tempat ramai (mall, minimarket, kafe, atau area publik)
- Datang bersama teman kalau barang bernilai
- Siapkan waktu untuk cek barang benar-benar
Jika COD tidak mungkin dan kamu harus transaksi jarak jauh, pertimbangkan opsi lebih aman:
marketplace escrow, rekening bersama terpercaya, atau minimal penjual yang punya reputasi + verifikasi kuat.
5) Jangan kirim DP kalau belum ada verifikasi kuat
DP adalah lubang paling sering. Kalau penjual memaksa DP, jawaban aman adalah:
“Saya siap bayar full saat COD atau lewat sistem aman.”
6) Cek nomor WA, rekening, dan jejak digital
Jika komunikasi pindah ke WhatsApp atau penjual minta transfer:
- Google nomor WA + kata “penipuan”
- Cek rekening di layanan pelaporan cek rekening
- Cari nama rekening/nomor rekening + “scam”
Kalau ada laporan atau jejak negatif, stop.
Checklist aman untuk PENJUAL di Facebook Marketplace
Kalau kamu penjual, tujuanmu adalah memastikan:
(1) pembeli serius dan (2) kamu tidak mengirim barang sebelum uang masuk.
1) Jangan percaya bukti transfer screenshot
Atur SOP: barang dikirim setelah dana masuk di mutasi rekening.
2) Waspada pembeli yang terlalu buru-buru
Pembeli yang minta kamu segera kirim tanpa proses wajar sering terkait modus bukti transfer palsu.
3) COD? Tentukan lokasi dan aturan yang aman
- Tempat ramai dan terang
- Jika barang mahal: ajak teman
- Jangan datang sendirian ke lokasi sepi
- Pastikan kamu pegang barang sampai pembayaran selesai
4) Hindari “kurir palsu” yang disuruh pembeli
Jika pembeli bilang akan kirim kurir untuk ambil barang, lalu kamu diminta bayar biaya admin/asuransi:
itu red flag besar. Kurir normal tidak meminta penjual membayar biaya acak seperti itu.
5) Simpan bukti komunikasi dan transaksi
Simpan chat, foto barang, bukti pembayaran, dan jika kirim barang, simpan resi dan dokumentasi packing.
Aturan COD yang benar di Facebook Marketplace (biar aman dua arah)
COD itu bagus, tapi harus benar. Ini SOP yang disarankan:
Untuk pembeli
- Datang tepat waktu, cek barang dengan teliti (fungsi, kondisi, kelengkapan).
- Kalau barang elektronik: tes di tempat (kamera, speaker, port, sinyal, dll.).
- Bayar setelah barang sesuai; kalau ada yang janggal, berhak batal.
Untuk penjual
- Jelaskan kondisi minus dari awal (biar tidak ribut di tempat).
- Sediakan waktu untuk pembeli mengecek.
- Jika pakai transfer: tunggu sampai notifikasi masuk dan mutasi terkonfirmasi.
Catatan: cepat itu boleh, tapi jangan sampai mengorbankan verifikasi.
Template chat anti-penipu (silakan copas)
Template untuk pembeli (minta verifikasi barang)
Halo kak, saya minat. Boleh minta video barang terbaru sambil pegang kertas bertuliskan tanggal hari ini dan nama saya?
Sekalian tunjukkan kondisi minus/kelengkapan ya. Kalau cocok, saya prefer COD di tempat ramai atau transaksi via metode yang aman. Terima kasih 🙏
Template untuk menolak DP
Maaf kak, saya tidak bisa DP. Saya siap bayar full saat COD atau lewat sistem transaksi yang aman ya.
Template untuk penjual (menolak bukti transfer screenshot)
Siap kak, terima kasih. Untuk keamanan bersama, barang saya proses setelah dana masuk dan tercatat di mutasi rekening ya.
Kalau sudah masuk nanti saya langsung kirim/update. 🙏
Template untuk menolak “kurir palsu”
Maaf kak, saya hanya bisa COD langsung atau pengiriman setelah pembayaran masuk. Saya tidak bisa proses lewat kurir pihak ketiga yang meminta biaya admin/asuransi di luar kesepakatan.
Kalau kamu mulai curiga: tanda-tanda kamu sedang diajak penipu
- Semua percakapan mengarah ke “transfer sekarang” atau “DP sekarang”.
- Penjual/pembeli marah saat kamu minta verifikasi yang wajar.
- Dia mengirim link untuk “pembayaran aman / cek resi” di luar platform resmi.
- Identitas tidak konsisten: nama, lokasi, rekening, cerita berubah-ubah.
- Harga terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
Apa yang harus dilakukan kalau kamu terlanjur ketipu?
Kalau sudah kejadian, fokus pada langkah yang bisa kamu lakukan segera:
- Kumpulkan bukti: chat, profil akun, nomor WA, rekening, bukti transfer, link iklan.
- Laporkan akun FB/akun Marketplace tersebut (report) agar tidak makan korban lain.
- Jika kamu transfer: hubungi bank/penyedia layanan pembayaran untuk arahan resmi.
- Catat kronologi rapi: jam, tanggal, nominal, nomor rekening, dan bukti komunikasi.
FAQ singkat
Apakah semua akun baru itu penipu?
Tidak. Tapi akun baru + harga terlalu murah + memaksa transfer adalah kombinasi yang sangat berisiko.
Apakah COD selalu aman?
Lebih aman dibanding transfer duluan, tapi tetap perlu SOP: lokasi ramai, cek barang, jangan terburu-buru, dan jangan terintimidasi.
Bagaimana kalau penjual tidak mau verifikasi video?
Itu red flag. Penjual jujur biasanya mau karena itu wajar untuk transaksi online.
Penutup: Marketplace FB bisa aman kalau kamu disiplin
Facebook Marketplace itu seperti pasar besar: ada pedagang jujur, ada juga yang iseng menipu.
Kunci aman bukan menebak-nebak niat orang, tapi membangun kebiasaan yang mengunci celah:
verifikasi barang, cek jejak digital, hindari DP, dan utamakan COD yang benar.
Kalau kamu mau versi super singkat, pegang prinsip JelasAman:
Cek Dulu, Baru Transfer.
Dan khusus untuk Marketplace: Verifikasi Dulu, Baru Deal.